Analisis Saham

Tujuan kita melakukan analisis saham yang kita minati untuk menjadi alternative unvestasi kita adalah supaya kita mendapatkan gambaran yang lebih jelas terhadap kemampuan perusahaan tersebut untuk tumbuh dan berkembang di masa yang akan datang. Dalam melakukan analisis saham ini terdapat dua pendekatan yaitu analisis dfundamental, dan analisis teknikal. Dalam analisis fundamental, analis menganalisis faktor-faktor ekonomi yang mempengaruhi perusahaan dalam uoaya untuk memprediksikan perkembangan perusahaan di masa yang akan datang. Analisis laporan keuangan dan analisis rasio termasuk komponen yang digunakan pada analisis fundamental. Sedangkan dalam analisis teknikal digunakan grafik  riwayat harga dan volume transaksi.

Laporan keuangan yang dikeluarkan oleh emiten merupakan salah satu pedoman yang penting bagi investor untuk menilai kondisi emiten tersebut. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia, juga berarti telah menjual saham-sahamnya kepada public, wajib mengumumkan laporan keuangannya secara periodic. Investor harus memahami beberapa hal apabila ingin memasuki dunia pasar modal dengan cara analisis saham, yaitu (1) seluk beluk berdagang saham, (2) memilih broker, (3) memilih saham dan (4) mengestimasi harga saham.  Seluk beluk berdagang saham meliputi (1) tujuan invvestasi), (2) diinvestasi keuangan, (3) tipe investor), (4) pembukaan rekening data dan rekening efek, serta (5) penempatan dan pemantauan order (monitoring).

Setiap investor yang melakukan investasi saham harus melakukan analisis saham dan memiliki tujuan yang sama, yaitu mendapatkan capital gain, yaitu selisih positif antara harga jual dan harga beli saham dan dividen tunai yang diterima dari emiten karenaperusahaan memperoleh keuntungan. Apabila harga jual lebih rendah daripada harga beli saham, maka investorakan emnderita kerugian atau disebut capital loss. Selain memiliki tujuan yang sama, maka investor juga memiliki investasi yang berbeda, yaitu untuk mendapatkan keuntungan jangka pencek dan keuntungan jangka panjang. Investor membeli pada pagi hari dan segera menjual pada saat harga naik, yang kenaikannya melebihi transaksi jual beli pada hari yang sama atau dalam beberapa hari selanjutnya. Investor semacam ini lebih cepat disebut sebagai speculator atau day treader. Investor yang sebenarnya adalah yang membeli  saham untuk jangka panjang, yaitu untuk disimpan dan dijual setelah beberapa bulan.

Seseorang yang menjadi speculator harus memiliki daya tahan tubuh yang kuat dalam menghadapi kerugian yang besar tidak boleh mempunyai penyakit jantung karena dapat menbahayakan jiwanya. Seseorang yang sudah biasa menghadapi kerugian besar atau keuntungan besar setiap hari akan lebih cocok melakukan investasi jangka panjang. Tujuan investasi jangka pendek atau jangka panjang memiliki konsekuensi paada pemilihan analisis  yang berbeda. Tujuan investasi jangka pendek lebih tepat menggunakan analisis saham teknik sedangkan tujuan incvestasi jangka panjg sangat cocok menggunakan analisis fundamental.

This entry was posted in Jual-Beli Saham and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.